Welcome to Cara-wanita.com

Kl1k klose (x) 2x untuk menutup

Terimakasih telah berkunjung :)
Fakta Seputar Obesitas pada Anak, Remaja dan Dewasa - Cara Wanita
Diabetes Kesehatan

Fakta Seputar Obesitas pada Anak, Remaja dan Dewasa

Fakta Seputar Obesitas pada Anak, Ramaja dan Dewasa – Beberapa waktu lalu pemberitaan sempat dihebohkan dengan seorang anak yang memiliki bobot 186 kg asal Karawang dan seorang lagi dengan bobot 119 kg asal Palembang dan keduanya juga sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan, fakta seputar obesitas pada tahun 2013 masalah gemuk pada anak rentan usia 5-12 tahun masih tinggi yaitu sekitar 18,8%. Data ini dikelompokkan lagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari kelompok gemuk sekitar 10,8% dan kelompok sangat gemuk atau obesitas sekitar 8,8%.

Obesitas pada Anak dan dewasa

Obesitas pada Anak dan dewasa

Pada usia remaja (usia 13-15 tahun) data mengenai remaja obesitas sekitar 2,5%. Pada usia 16-18 tahun data remaja obesitas tahun 2013 adalah 1,6%. Dan pada skala dewasa tingkat obesitas mencapai 15,4% dari jumlah penduduk Indonesia. Fakta seputar obesitas ini membuktikan bahwa obesitas pada anak, remaja, dan dewasa di Indonesia masih terjadi dan masih tinggi.

Faktor Penyebab Obesitas

Fakta seputar obesitas di Indonesia kecendrungan dipengaruhi oleh cara atau pola hidup yang tidak tertata dengan baik dan juga faktor usia. Beberapa faktor lain penyebab yang mempengaruhi berat badan hingga menjadi obesitas diantaranya ialah:

  1. Keturunan/genetik

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa apabila seorang ibu mengalami obesitas, maka kemungkinan anak yang dilahirkan akan mengalami obesitas adalah sekitar 75%. Jadi, faktor genetik menjadi pemicu seseorang menjadi obesitas.

  1. Jenis kelamin

Sebuah data dari hasil penelitian menyatakan bahwa sekitar 32,9% obesitas diderita oleh wanita dan sekitar 19,7% obesitas di derita oleh laki-laki. Dari data tersebut bisa dibuktikan bahwa lebih banyak wanita daripada laki-laki sebagai penderita obesitas. Fakta seputar obesitas membuktikan jenis kelamin mempengaruhi obesitas.

  1. Pola hidup

Faktor lingkungan seperti pola hidup sehari-hari dan aktifitas serta kebiasaan juga menjadi penyebab seseorang obesitas. Misalnya bagaimana pola makan dan apa saja yang dikonsumsi.

  1. Komsumsi obat

Kebiasaan mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat anti depresan bisa menjadi penyebab seseorang mengalami obesitas.

Masalah Akibat Obesitas

Ketika seseorang mengalami obesitas, tentu banyak hal yang harus dikhawatirkan. Di kehidupan sosial seseorang dengan obesitas, khususnya anak, rentan untuk menjadi target kejahilan atau bully. Keadaan tersebut bisa saja mempengaruhi psikologis sang anak. Bully juga kadang terjadi pada remaja atau dewasa. Keadaan lain yang ditakutkan adalah terjadinya komplikasi dari segi kesehatan. Hal ini karena penderita obesitas rentan terserang sejumlah penyakit, seperti:

  1. Gangguan jantung
  2. Diabetes tipe II
  3. Gangguan pernapasan
  4. Hipertensi dan stroke
  5. Kolesterol tinggi
  6. Gangguan tidur (mendengkur, sleep upnea)
  7. Emosi cenderung tidak stabil, dan lainnya

Fakta agar Terhindar dari Obesitas

fakta seputar obesitas

fakta seputar obesitas

Banyak cara agar terhindar dari obesitas diantaranya adalah:

  1. Kurangi makan kudapan baik itu di malam hari ataupun di siang hari
  2. Rutin buang air besar minimal sekali dalam 3 hari
  3. Atur diet seimbang
  4. Konsumsi buah-buahan. Pada penderita diabetes hindari konsumsi berlebih buah-buahan dengan tinggi gula seperti papaya, nanas, manga, anggur, pisang, apricot
  5. Olah raga teratur. Hal ini dibuktikan dengan adanya riset yang dilakukan oleh Universitas Edinburg yang menyatakan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat atau minimal 5 menit adalah lebih efektif.
  6. Masalah obesitas pada anak adalah masalah kesehatan dunia. Walaupun masih anak-anak, pola makan tetap harus dikontrol.
  7. Apabila ingin konsumsi lemak, pilihlah kandungan lemak tak jenuh seperti alpukat karena baik untuk tubuh.
  8. Lakukan pengukuran antropometri meliputi masa indeks tubuh, pengukuran ketebalan lemak bawah kulit, lingkar pinggang, pengukuran berat, dan lainnya untuk mengetahui apakah kita dalam tahap obesitas atau normal.

Begitu banyak fakta seputar obesitas yang mungkin melebihi dari yang telah kita ketahui. Memperbaiki kualitas hidup dengan cara sehat merupakan upaya memerangi dan menghindari diri dari obesitas.

 

Leave a Comment